Unduh Presentasi Bahan Ajar Gelombang dan Bunyi



Untuk memperkaya pemahaman kamu tentang getaran, gelombang dan sistem sonar, berikut file presentasi tentang getaran, gelombang dan bunyi sebagai tambahan referensi kamu. Silahkan bisa mengunduh di link berikut:

Klik Di Sini untuk Mengunduh

Tugas Belajar PR Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Berikut tugas belajar PR Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup. Silahkan Tuliskan Nama Lengkap dan Kelas kamu. Lalu isi jawabanmu dengan tepat. Kirim melalui format berikut ini:



Tujuan Pembelajaran Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Setelah mempelajari Bab Pendengaran dan Sistem Sonar pada Makhluk Hidup peserta didik diharapkan dapat melakukan hal-hal berikut:


  1. Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi organ pendengaran pada manusia.
  2. Menjelaskan proses mendengar pada manusia.
  3. Menjelaskan hubungan antara periode dan frekuensi pada getaran.
  4. Melakukan pengamatan tentang getaran.
  5. Membedakan karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
  6. Melakukan percobaan dan pengamatan tentang gelombang.
  7. Mendeskripsikan hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang.
  8. Menyebutkan karakteristik gelombang bunyi.
  9. Melakukan percobaan tentang bunyi.
  10. Membedakan infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.
  11. Mengidentifikasi gejala resonansi dalam kehidupan sehari-hari.
  12. Mendeskripsikan sistem sonar pada makhluk hidup.
  13. Menjelaskan ekolokasi pada kelewar.
  14. Mengidentifikasi berbagai teknologi yang memanfaatkan sistem sonar.
Selamat belajar!

Info Ilmuwan: Para Ilmuwan Yang Berperan dalam Bidang Sistem Ekskresi

Tahukah kamu, berkaitan dengan sistem ekskresi, terdapat cabang ilmu kedokteran yang khusus menangani bedah ginjal dan saluran kemih serta alat reproduksi, yaitu urologi. Jauh sebelum Felix Guyon, profesor urologi pertama di Paris, Prancis, pada tahun 1890, pengembangan bidang urologi sudah dikuasai pada abad ke-9 M oleh para dokter pada abad pertengahan seperti Ar-Razi, Ibnu Sina, Al-Zahrawi, Ibnu Al-Quff, Thabit Ibnu Qurra, Al-Majousi, dan Al-Tabari.

Para dokter tersebut mampu mendeteksi dan mengobati beragam penyakit urologi dan menemukan berbagai peralatan serta teknologi pengobatannya. Al-Zahrawi (936-1013 M) berhasil menemukan sebuah pisau untuk operasi batu ginjal di dalam kandung kemih, dan mampu mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh operasi-operasi yang gagal sebelumnya.

Beberapa ratus tahun kemudian, dikenal Marcello Malpighi (1628-1694 M), seorang ahli fisiologi dan anatomi dari Italia. Beberapa penemuan Malpighi adalah hasil pengamatan secara mikroskopis pada bagian otak, hati, ginjal, tulang, darah, kulit, dan lain-lain. Namanya digunakan untuk suatu lapisan pada kulit, yaitu lapisan Malpighi.

Selain Malpighi, Willian Bowman (1816-1892 M), seorang dokter Inggris mempelajari struktur organ dan jaringan yang menggunakan mikroskop, dan menemukan bagaimana mekanisme penyaringan di ginjal yang menghasilkan urin. Bowman diberi penghargaan atas penemuannya tentang struktur ginjal yang disebut Simpai Bowman. Pada tahun 1954, seorang spesialis urologi bernama John P. Merril (1917-1984 M) menemukan prosedur transplantasi ginjal, dengan mentransplantasikan ginjal mayat kadaver ke pasien.